Dalam satu kesempatan yang tak terhitung lagi, meledaklah kedua puncak birahi kita secara bersamaan, berisiknya sudah tak terkira lalu hening. “Ya udah, istirahat aja dulu, besok baru kita jalan-jalan cari ma’em di luar?”
“Mas gak pa-pa?”
“Udah santai aja kalo ama ogut, aku gak sama koq ama co-pil laen yang harus makan barenglah, inilah.., itulah.., capek !”
“Iya deh Mas makasih ya..”
“Yup!”Kututup telepon.., eeehh bunyi lagi.. Bokep Live Busyet kataku dalam hati, sengaja kuhanyutkan diriku ke dalam imaginasinya. “Kamar 201 Mas”, katanya sambil menyorongkan kunci kamar. Sebuah pantai penghasil minyak yang cukup mungil namun tampak jelas di ujung kanan atas pulau Kalimantan. Ana masih belum menyerah, dia masih terbang dengan kerinduannya, jauuuh.., tinggi.., tak tahu sampai di mana. Frank tampak lebih segar setelah istirahat di cockpit siang tadi. Dan setelah menyelesaikan dua landing terakhir hari ini, sampai juga kita di Tarakan. Kedua tanganku disuruhnya memeluk erat punggungnya lalu ia menyuruhku memejamkan mata dan kepalanya turun menempel di leher kiriku, mukanya tenggelam di bantal.















