Cuuuk…!!! Bokep HD Aku genggam erat spatula di tangan kanan, sementara tangan kiri menekan ganggang wajan. Assalamualaikum.” ujarnya berpamitan.“Waalaikum salam, hati-hati di jalan, Bram.”“Ya ampun tuh anak manis banget sih sikapnya.” gumamku dalam hati.Aku menatap lekat punggungnya saat ia berjalan menjauhiku. Tadi disuruh Bunda pulang untuk ngaterin koper kekantor papa. Untung aku berguru sama guru Chintung, master of seribu alasan.“Terus kenapa itu mu kok bisa gede gitu?” tanyanya lagi.Kudekati dan kutatap wajahnya dengan mata yang sedikit kusipitkan dan bertanya “Oh… ituku gede ya?”PLETAK!!“Aduhh.. Ni kepalaku udah pusing banget.” ujarku dengan muka bete.“Iya-iya yok ke kantin yok, aku juga laper, tadi pagi gak sempet sarapan.” ujarnya sambil memamerkan barisan giginya yang putih. “Terus ini kita mau kemana?” aku mulai dongkol.“Anterin aku pulang, ama sekalian aku mau minta tolong benerin laptopku, kan kapan hari kamu pernah janji mau install ulang windowsnya.”“Lah, kan kamu bawa mobil, Nit?”“Tadi aku ke kampus naik gocar, mobilku lagi dibawa pak Mamat untuk diservis.”“Laah… kamu gimana sih? Nit, kopi Nit….!” Pintaku pada Nita untuk membuatkan kopi untukku.“Iya….















