Lilis memang bukan pembantu. Dada? Bokep indo “Kenapa Lis?”
“Maafkan saya Kang….”
“Kamu salah apa” Dia tak menjawab, masih terisak. Aku mulai menikmati. “Kang …. “Makasih Kang …. “Atau kamu gak betah di sini?”
“Bukan Kang …. Aku masih shok atas tindakannya ini sehingga bibirku pasif saja menerima sapuan bibirnya. “Kang …….”bisiknya serak. gumpalan daging kembarnya itu melekat erat di dadaku sekarang. Tubuhku ini udah lama membara …. Kubopong Lilis menuju kamarku, kurebahkan tubuhnya ke kasur. Benar, Lilis tak mengenakan bra ! Aku terus saja. Mungkin dia mau keluar belanja, pikirku. Aku lalu menghentikan pompaan, memberi kesempatan dia menikmati orgasmenya. Entah apanya yg berbeda pada dia pagi ini Aku tak memperhatikan dan memang tak ingin tahu. “Ayo…Kang ….” Secepat kilat Aku memelorotkan celana pendekku sekaligus dalemannya. Aku dorong kepala Lilis menjauh, ciuman terlepas. Aku dorong kepala Lilis menjauh, ciuman terlepas. Ketika dia sedang ke belakang Aku coba meneliti adakah yg aneh pada diriku ? Kami, saya, isteri dan anakku tak pernah menganggap dia sebagai pembantu. udah lama banget menahan ….”
“Kamu sadar Lis?”
“Iya Kang, sadar bahwa saya sangat membutuhkanmu Kang …. Kamu kan sdh kuanggap adikku sendiri”
“Bukan masalah itu Kang … Akang sekeluarga di sini baik-baik semua ….saya betah…”
“Lalu ?” Lilis masih diam, tangisnya mereda.















