Lho, salon kan tempat umum. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Jav Sub Indo Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari. Aku menggelepar.“Sst..! Sudahlah. Aku masih termangu. Tetapi, aku harus berani. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Tetapi aku masih betah di atas mobil ini. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Jendela kubuka. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku.















