Sejak saat itu kami pun mulai akrab, aku juga
sudah mengenal kembarannya yang bernama Susanna yang lebih tua beberapa
menit dari Susanti. Bokep Jangan-jangan mereka jadi curiga, kan
bakal runyam deh jadinya. Wajahku sebenarnya sih biasa-biasa saja bisa dibilang
cukup pendek malah tetapi mungkin aku sudah punya bakat alam untuk
merayu cewek, mungkin ini juga salah satu pengaruh karakterku yang
cenderung sanguinis, mudah bergaul. “Kalian lagi ngapain? Kemudian aku berkata pada Susanti, “Gimana Ti, filmnya bagus
nggak?”, dia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Mereka lebih tua 1 tahun dariku dan 2 angkatan di
atasku. Sekarang mereka sudah lulus dan Susanti sudah
pergi ke luar negri mengambil S2, yang masih tinggal cuma Susana yang
sudah mempunyai pacar. Waktu itu salah satu senior
yang menjadi mentorku adalah seorang cewek cantik, bentuk tubuhnya
indah sekali, rambutnya panjang dan dikuncir di belakang. Aku pun mempersilakan mereka masuk ke kamarku yang juga
ruang kerjaku. “Wah, nggak seru nih kok majalah komputer sama sport semua nih”, katanya. Aku agak heran mendengar jawaban Susanti, “Wah, ini kan film nggak baik Ti, masa lu mau liat juga nih”, jawabku. Susanna yang melihat kami
berdua sedang diam-diam asyik langsung berkata, “Loh, kok mainnya cuma
berdua aja sih, nggak ngajak-ngajak nih!”.










