Puncak Klimaks Bersama

“Ibu Sela kalau gak pake jilbab malah tampak lebih cantik….muuuahhhhh…”, kata saya diakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. Saya tahu goyangan bokongnya itu bukan sekadar ingin memberikan kepuasan untukku, tapi juga mencari kepuasan untuknya sendiri. Bokep Hijab Batang kemaluanku sudah mondar mandir lagi di dalam lubang memek Ibu Sela yang masih banyak lendirnya tapi tidak terlalu becek, bahkan lebih mengasyikkan karena saya bisa mengentot dengan gerakan yang sangat leluasa tanpa kehilangan nikmatnya sedikit pun. Rambutnya yang tidak ditutupi apa-apa lagi, tampak tergerai lepas panjang, lebat, dan ikal. Rupanya dia tidak bisa menahan lagi. Saya pun dengan tidak sabar menyingkapkan baju lengan panjangnya. Kami duduk saja di dalam mobil yang diparkir menghadap ke kebun tidak terawat, yang rencananya akan dijadikan perumahan oleh kenalanku yang seorang developer. “Saya kan ikut program KB sejak kelahiran anak kedua…”. Dan kudesakkan sekaligus… “Blessss….” agak mudah membenam ke dalam liang surgawi yang sudah banyak lendirnya itu. “Dan Bapak jadi suami kedua saya… iiih… kenapa tadi kok enak sekali ya Pak ?”. Saya menjadi tahu kalau Ibu Sela ini juga sebenarnya gak baik-baik banget, saya juga bisa mendapatkannya, tapi dia menutupinya dengan berkerudung saat dikantor.

Puncak Klimaks Bersama