Lalu dibisikkannya sebuah nama di telingaku, “Edo…” Mataku terbelalak, hmmm, aku ingat Edo, pria macho yang seminggu lampau dikenalkan padaku.Singkat kata, kuiyakan saja ajakan threesome itu, itung-itung pengalaman baru untuk memuaskan rasa penasaranku, apalagi aku sudah 2 bulan tak tersentuh seks, karena suamiku masih di luar negeri. Kami pun saling diam lagi sembari menyeruput teh poci yang sedari tadi menemani sore kami itu.Tapi anehnya, setelah terdiam beberapa saat, aku bertanya padanya, “Emang kalau threesome, ama siapa Sher?” Sherly pun tersenyum lebar seolah tanda kemenangan atas godaannya padaku. Bokep indo Sambil tersenyum-senyum dikulum, kami berbaring setengah bugil, hanya ditutupi selimut putih bersih yang tersedia di kamar itu. Rangsangan, goyangan, dan sodokannya pun segera mengantarku ke titik orgasme ku yang pertama. Hmm, memang seperti yang kami duga, penis Edo lebih panjang …Kemudian tibalah giliran kami untuk buka-buka busana, setelah Edo mengkode dengan kerdipan mata dan monyong bibirnya. tak seperti diriku yang isteri rumahan (house-wife), Sherly adalah seorang career woman, bebas, dinamik, dan yang aku suka darinya adalah ceritanya yang seringkali aneh-aneh, terutama cerita tentang petualangan seksualnya.Suatu hari ketika kami berbincang di sebuah cafe, dia menyela bicaraku dengan tawaran yang menurutku gila, “Yan, threesome yuk!” pintanya.















