“Sekarang pacarnya dimana?”, aku belagak bloon. Seusai bagi tugas, aku kebagian memotret kupu-kupu. Bokep barat “Kamu motret kejadian berikutnya?”, tanyanya menyelidik. Tia diam saja. “Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya. Seusai Tia menjawab, maka kudorong pantatku jadi penisku masuk lagi ke memeknya. Timer kusetel 20 detik jadi aku punya waktu untuk mengatur posisi. Sementara aku semakin memotret adegan demi adegan. Akhirnya aku bisa gambar dari lima ekor kupu-kupu.Berakhir memotret kupu-kupu aku ingat lagi pasangan yang sedang mesum, tapi aku tidak menontonnya lagi, kelihatannya mereka telah berakhir. “Cepret” kamera otomatis memotret. Dan aku tertawa2 kecil. Sebab gambar kupu-kupuku yang dikualitas keren, aku tidak jarang diminta untuk menjadi juru gambar sekolah. Tapi dirinya tidak segera mengeluarkan penisku dari memeknya. Tia segera mengambil seluruh gambar, memasukkan ke tasnya dan beranjak pergi. Aku menyiramnya dan dirinya balas menyiramku. Kutempelkan lagi penis di memeknya. Aku menyiramnya dan dirinya balas menyiramku. Tia memandangku. “Semakin kalian sebarin kemana2 ya?”, tanyanya agak geram. Dari atas bukit aku sempat menonton sepasang kekasih itu naik kedalam mobil. Tia mengambil semua rol film dan minta aku menghubungi kawan di toko film.















