Aku menggerayangi tubuh Yo, dan dia tidak menolak. Namanya Yolanda. Bokep Sub Indo Aku ingat akan kata-kata ibuku yang memintaku untuk belajar sungguh-sungguh, demi diriku sendiri dan demi ibuku. Yo dengan tertatih-tatih bangun dan menuju ke kamar mandiku. I’m fine.” Kulirik jam dinding di kamar Jeanne yang samar-samar kulihat menunjukkan sekitar pukul sepuluh pagi. Aku tersenyum padanya. Selama ini aku hanya mengetahuinya dari buku, majalah, atau film. Banyak pertanyaan silih berganti di kepalaku, tapi tidak kuperdulikan. Dia mengerang. “Aku sayang kamu Yo… Aku juga pengin. Itu sebabnya aku tidak merokok, tidak minum minuman keras dan tidak berurusan dengan narkotik (walaupun nantinya aku menjadi salah seorang pengedar). Orang yang menyadarkanku adalah kakak seperguruanku yang sangat perhatian dengan diriku. Bayangkan, tidak ada yang perduli, kost dan hidup sendiri, punya banyak uang (yang aku tahu itu adalah uang haram hasil korupsi ayahku), mau apa lagi? Di kantornya, ayahku pun bukan orang yang dihormati. Selama ini aku hanya mengetahuinya dari buku, majalah, atau film. Entah mengapa aku begitu tertarik dengan dia yang melenggang tepat di depanku. Yo memelukku semakin erat dan air matanya mengalir.















