Mungkin sapu tangan ini sajasuatu kealpaan. Aku tidak dapat lagimemandanginya.Kantorku sudah terlewat. Bokep Sub Indo Masih terasa tangannya dipunggung, dada, perut, paha. pintanya.Aku membalikkan badanku. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis.Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagianlengan, kalau belum cukup kancing Bapakbapak disebelahku juga bisa. katanya manja lalu melepaskansergapanku.Masih sepi ini..! katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Aku menanti dengandebaran jantung yang membuncahbuncah. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Hah..? hah..? Tetapi tidak lama, suara pletakpletokterdengar semakin nyaring. Astaga. Apalagiyang dapat tertinggal? Pijitan turun ke perut. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Atau apalah? Iamenyenggol kepala juniorku. Semuaorang bebas masuk asal punya uang. Benarkankesempatan itu lewat. Akudipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Akuterpejam menahan air mani yang sudah di ujung.Bergantian Wien kini telentang.Pijit saya Mas..! Daripada suntuk diam di rumah, tadimalam aku menyelesaikan kerjaan yang masihmenumpuk. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. Garis setrikaannyamasih terlihat. Junior berdenyutdenyut. kataku.Ya itu.Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik ditelingaku di atas ranjang yang putih. katanya sedikit terengah.Oh ya. Angin meneroboskencang hingga seseorang yang membaca tabloidmenutupi wajahnya terganggu.Mas Tut.. Aku menyesal mengutuk ibu ketikapergi. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya















