Cherry Kiss suspects that her stepson, Jimmy Michaels, may be addicted to porn, but when she sneaks onto his laptop to find out, she’s horrified to find that he’s not into just ANY porn… Bokep jilbab but ANAL PORN! She goes through Jimmy’s Adult Time account to learn more about his habits and is SHOCKED when she finds ‘Stepmom Likes It Up The Ass’ scenes in his viewing history. Wanting to understand Jimmy better, she tries watching the videos but becomes unexpectedly aroused herself. Although she tries to resist the urge, her curiosity and lust win out and she starts exploring by fingering her own ass. Eventually, Jimmy returns home and is startled as he catches Cherry in the act. To his disbelief, Cherry convinces him to have anal sex with HER in order to ‘purge’ these thoughts from their minds. And once they do, that’s when Cherry realizes that she’s ALSO a stepmom who likes it up the ass!
Namannya Lia, anak kuliahan di daerah Cihampelas Bandung, itu cewek yang akan dikenalkan Ivan kepadaku. Emang agak datar sih, tapi tetap saja bikin kepala ‘pusing’.“Sekarang coba kamu lepasin Bra-nya ya..!” pintaku, “Tapi Kamisol-nya nggak usah dilepas.”
Walaupun Lia anaknya cuek banget, tapi ketika dia mencoba melepaskan Bra-nya, ia kelihatan agak grogi, sambil melihat kami berdua yang juga lumayan tegang. Makin kusuruh menungging, roknya makin ketarik habis hingga celana dalamnya makin kelihatan lagi dari belakang. Semua hasil fotonya doi simpan semua termasuk yang ada di tanganku. Babak berikutnya dia menghisap batang kemaluanku. “Deal..!”
Aku mengerti sekali doi tidak ingin fotonya itu tersebar kemana-mana.“Tapi ini sukarela lho.., maksud gue karena bukan buat publikasi jadi nggak ada honor apapun.” jelasku, si Ivan mendengarkan serius sekali. “Sori ya Li, abis lu bikin aku kerangsang.”
Lia tersenyum tertahan. “Thanks.” ucapnya pelan. Lagian pengukur cahaya dengan sistem matrix yang sudah built-up di kameraku sudah cukup akurat.Aku suka sekali saat Lia membelakangi kamera, wajahnya menoleh sambil tersenyum manis, kakinya naik ke atas sofa, tanganya memeluk sandaran. Magnetizing tapi aku tidak boleh kikuk, untuk memperlihatkan kesan bahwa aku sudah biasa melakukan pemotretan model.“Gini Lia, Ivan udah ngejelasin kan..?”
“Iya sih dikit, untuk studi kan..?”
“He-eh, tapi gue pingin mastiin lagi elo bener-bener
















