Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. Bokep Rusia Kecuali…Evi. Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Kecuali…Evi. “Thanks ya, Vi”. Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Sebut saja namaku Dewi. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Sesekali bibir Tia mengecup keningku dengan hangat dan tangannya membelai lembut setiap helai rambutku. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku.















