Fang Fang terjerembab dengan mulut berdarah.“Oh jadi elu mau maen kasar ya, OK!!” teriakku.Kupukuli dada, perut dan mukanya hingga ia jatuh lemas dengan muka sembab. Tiba-tiba aku teringat, Fang Fang bisa sadar kapan saja dan meronta-ronta. Bokep mom Kurasakan kemaluannya telah basah, rupanya pompaanku yang ganas dan ukuran kemaluanku telah membuatnya orgasme walau ia berusaha menolaknya. Sejenak Fang Fang seperti tersentak kaget dan berusaha melepaskan diri. Fang Fang lari ke pintu tetapi ia tak bisa membukanya karena kuncinya ada di saku celanaku. Jelas ia tak berkutik, di sampingnya ada aku yang memeganginya dan menempelkan pisau di pinggangnya.Sepanjang jalan Fang Fang meratap-ratap mohon belas kasihan, ia bilang aku boleh mengambil semua duitnya, perhiasan dan handphone jika ia dibiarkan pergi. Lama-lama tenaganya melemah dan tiba-tiba ia mengejang, kedua kakinya melingkari punggungku. Ketidakberdayaan Fang Fang dan kemaluannya yang bengkak itu membuatku bernafsu memasukkan batang kemaluanku yang besar ke lubang kemaluannya sekali lagi. Jangan sakiti saya!” kata Fang Fang meratap mohon ampun.Rencana itu berjalan sukses, satpam yang menjaga pintu gerbang kampus tidak curiga begitu mobil kami lewat. Kulitnya yang putih mulus tampak memerah dan Fang Fang sudah setengah sadar, yang jelas ia tak bisa bangkit lagi.Dari tasku kukeluarkan dua anting-anting berbentuk ring dan salah satunya















