“Ehm, boleh deh” kataku sambil berbaring. Bokeb “Hm, ya udah kamu tunggu sebentar saya ganti dulu.” Iya bu, permisi…, jawabnya.Lalu aku pun berjalan ke kamar mandi, setelah pintu ku tutup, ku buka pakaianku. Karena di kala aku pergi shopping atau sekedar jalan-jalan di mall, banyak lelaki termasuk remaja melirik ke arahku, bahkan ada di antara mereka bersuit ke arahku. Aku mencoba untuk mulai beraktifitas dengan tetangga, tapi menjadi percuma karena tetanggaku semua sibuk dengan urusan masing – masing. Ku seka keringatnya sambil kuraba tubuhnya, karena tubuh suamiku sangat berbeda dengannya. Enggak ada bu, saya gak punya pacar.Dulu waktu sma pernah punya pacar, tapi pas lulus langsung di nikahin sama bapaknya. “Sopir pribadi gue, yang tadi ngejemput loe. Anakku ada dua, kebetulan cowok semua dan usianya pun sudah menginjak dewasa. Ku pandang tubuhku dari kaca besar yang terletak di atas wastafel. Karena suasana rumah yang cukup besar sehingga aktifitas yang dikerjakan pembantu pembantuku nyaris tak terdengar, apalagi di dalam kamarku yang cukup luas.















