Spermanya terasa dengan kuat menyemprot dinding vaginaku. Papa tampak senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Bokeb Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.“Tenang Nin, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara putihku yang berubah menjadi kemerahan.“Ahh.. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Puting susuku terpampang jelas karena aku tidak memakai bra. Nin, Mama pergi sejak jam 4 subuh. Lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.“Pa.. Tangannya kembali menjelajahi vaginaku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Ketika akhirnya sampai di titik tertentu, aku meracau tak karuan.“Ahh.. Ternyata itulah G-Spot.Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Tan.. Ternyata itulah G-Spot.Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Melihat reaksiku yang mulai pasrah dan terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya.Ia membawaku ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuannya dengan posisiku memunggunginya.















