Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Bokep Sub Indo Itu cuma dugaanku. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Itu cuma dugaanku. Itu cuma dugaanku. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Astaga. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Adakah yang lebih tabah dari aku? Itu cuma dugaanku. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya.















