Namun apa yang terjadi? Bokep Asia “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Katanya mau kayak Rasul? Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Katanya mau kayak Rasul?















