Today was my 18th birthday, and I was super excited to spend the day with my stepdad. When he said he had a surprise for me, I was not expecting my step Uncle Tony to walk in. Bokep I hadn’t seen him in so long, but he looked good, and I could tell he thought I looked amazing, too. He got me a thong as a present? What a fucking perv! But kind of hot? I mean, it takes a lot of balls to buy a younger hot girl a thong for her birthday. Later, he watched me do yoga. He must have liked it, because he helped me stretch and put his hands all over me. Why did that feel so good? I just wanted him to keep touching me, but I knew I should stop, so I went to the bathroom. Don’t fuck your lovable douche of an uncle, Juniper! But he’s so hot! How does he do it? He followed me to the bathroom, and that’s when I gave in to temptation and let him have some fun with my tight little body. But my daddy caught us — oh no! I thought he was going to be mad, but he said that he just wanted me to have a good birthday…
Mohon maaf jika aku terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan diri, tapi begitulah kenyataannya, apalagi bila dibandingkan dengan sebayaku di kampungku Semanu, sebuah kota kecamatan di bagian timur Kabupaten Gunungkidul D.I.Yogyakarta. Yang pasti setelah aku mulai menjalankan kembali “L-sapek” pikep kesayanganku , mbah Suliyem masih saja menggenggam uang itu.Tak berapa saat kami sudah tiba di daerah Gedangsari, namun rumah mbah Suliyem ternyata masih masuk jauh dari jalanan aspal, sekilas kami melewati persawahan dan perkebunan dan ahkirnya sampai di depan rumahnya. kali ini aku mencoba bersabar dan mengontrol emosiku, selain detak jantung dan nafsu yang aku coba kendalikan.Kutepikan pikapku dan menaikkan kembali celana kolor pada tempat semestinya sambil kulihat wajah mbah Suliyem yang menunjukan perasaan lega. Perlahan kumasukan lebih dalam dengan kecepatan gerkan yang kutambah meski tidak signifikan hingga ahkirnya …“mbaaaah …. Kisibakkan kedua pahanya sementara aku masih dalam keadaan berdiri sambil kuelus gundukan tulang diatas memeknya.“Mas, kontolmu jangan dimasukkan ke memekku ya … memekku sudah kering, apalagi kontolmu juga besar sekali..” Mbah Suliyem tiba-tiba membuka bibirnya dn memecahkan suasana sayhdu malam itu.“Gak usah khawatir mbah, dicoba-pelan-pelan ya mbah…”Mbah Suliyem tak menjawab seketika aku berjalan keluar kamar dan mengambil botol baby Oil yang sudah kusiapkan.
















