Gadis Jepang, Kaoru Miyashiro, Gila 69 Tanpa Sensor

“Ya, dan itu berarti waktumu untuk pergi.” jawab Jenny dengan dialek British yang amat sempurna. Bokeb Rasanya, saya sudah lupa akan kejadian dengan para debt collector seminggu sebelumnya. Aku melihat Jenny membawa nampan berisi sarapan pagi ke dekat ranjang dan mempersilakanku makan. Saat itu saya sedang menemani tante dan om saya dari Indonesia mengunjungi museum Madame Tussaud. Astaga! Saya kira tidak akan ada pria ataupun wanita yang tidak mencuri pandang ke arahnya saat berada di tempat umum. Ia membalas senyuman saya dengan nakal juga. Celaka! Ia benar-benar telah pergi jauh dari kehidupan saya. Senyuman seorang sahabat, bukannya senyuman mesra seorang kekasih. Bagaimana saya dapat hidup damai dan bermesraan dengan seorang yang berkeliaran di lorong-lorong gelap London dengan menenteng pistol kemana-mana? “Belum pernah ya?” bisiknya menggoda, “Tapi enak kan?”
Saya mengangguk lemah sambil berusaha tersenyum. Mungkin karena kurang puas, ia melepaskan kacamatanya, dan terus menatap saya. Aku menurut saja, karena memang permainan semalam membuatku kelaparan pagi ini. “Von..” ujarnya lirih. Tidak pernah saya melihat puting saya sendiri berdiri begitu tingginya. Maklum, di negeri orang, siapapun yang sebangsa dengan kita akan menjadi sahabat yang sangat baik, siapapun dia.

Gadis Jepang, Kaoru Miyashiro, Gila 69 Tanpa Sensor

Related videos