Mbak Darsih ternyata orangnya baik, diapun secara ekonomi sangat mapan, jauh dibanding kakek, hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami, khususnya ibuku yang memang tak tentu mendapat kiriman dari ayah. Mbak Darsih memberiku kamar belakang yang dulu ditempati oleh ibu. Bokep Sehari-hari, aku biasanya membantu kakek. Aku sendiri tidak keberatan karena selama ini aku memang dekat dengan kakek. Mbak Darsih yang dulunya tinggal di desa sebelah, setelah menikah dengan kakek, sepakat untuk tinggal bersama kami. Aku memang kadang suka diminta kakek, atau bahkan mbak Darsih, untuk memijat mereka. Alasan lainnya, karena ayah tak kuat kalau harus terus jauh dari ibu. Aku lahir dari keluarga yang sederhana, di sebuah desa yang masih dipenuhi persawahaan dan semak belukar. Tapi kakek melarang, katanya: mending kami ditinggal dulu, karena ayah belum benar-benar mapan, sayang kalau buang-buang uang untuk biaya kami pindah sekolah. Saat itu aku masih belum mengerti apa maksudnya. Kakek sempat murung dan berubah jadi pendiam selamabeberapa bulan.















