Aku berhadapan langsung dengan perempuan tanpa busana yang bertubuh indah, yang sekitar ini melulu kulihat lewat gambar-gambar orang asing saja. Bokep Tokyo “Saya tidak merayu, sungguh”, katanya lagi. Diapun nampak bergetaran dan suaranya agak parau. Dia tak tak mau pegang tanganku, mencubit, tetapi aku tak berani membalas. Diapun nampak bergetaran dan suaranya agak parau. Bu Shirley memberi honor lebih dari lumayan menurut keterangan dari ukuran saya. Waktu itu Joko yang masih duduk di perkuliahan. Saya menjadi aman. Kami kian merangsek bercumbu, birahiku kian menanjak naik, dadaku semakin bergetar, demikian pun dada bu Shirley. Dan dapat lebih sebab aku pun naksir dengan adik sepupunya namanya Melisa.Melisa ialah anak dari tante yang rumahnya ditumpangi oleh Novi. Ia mendesah lembut. Dan bu Shirley setuju bahkan senang. Pada sebuah hari saya lembur, sebab ada kegiatan proyek dan paginya mesti didaftarkan guna diikutkan tender. Aku tidak jarang dinasehati, bahkan saking akrabnya, bercanda, saya tidak jarang pegang tangannya, menghirup tangan, pasti saja tanpa diketahui teman kerja yang lain. Tapi aku tetap mengawal kesopanan.Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun bu Shirley, dia dapat menggetarkan dadaku.















