Sesampainya di rumah, aku pun melanjutkan obrolan dengan Niken melalui pesan singkat BBM. Aku semakin percepat genjotanku sampai…
“Aaaaargggg!!” dan crot crottt keluarlah semua sperma yang sudah tertahan lama di kantung kemihku. Bokep Brazzer Niken tampak tak kuasa menahan birahiku yang sudah tinggi. Begitu sampai disana, kulihat Niken sedang duduk manis ditempat aku numpang berteduh waktu itu, ditemani salah satu temannya yang juga sedang menunggu dijemput. “Sebentar aku ganti baju dulu ya, Mas…” Aku memerhatikan Niken dari belakang. Bahkan waktu aku mendatangi kantornya, temannya berkata bahwa Niken sudah pindah dan tidak lagi bekerja di tempat itu. Aku tidak bosan-bosannya mendengarkan cerita Niken tentang teman, atau pekerjaannya. Aku menurunkan ciumanku ke perutnya yang tampak rata. Entah kemana Niken pergi, terkadang aku merindukannya, merindukan berbicara dengannya, juga tidur bersamanya.,,,,,,,, Niken hanya menganggukan kepala. Aku memainkan vaginanya sedikit dengan jariku yang membuat Niken tampak kegelian, menggelinjang namun menyukai apa yang aku lakukan.“Masssss, di kasur dong Masss, jangan disinii…” Pinta Niken lirih.















