“Erriik!! Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Bokep Asia Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Mungkin karena puber. Kenapa katamu?! Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. “Maria, kamu adalah milikku seorang..















