Aku pun jadi ikut terharu. Bokeb Ia hanya lulusan SMEA jurusan akutansi saat umur 20 th. Dengan sedikit mengankat kepalaku putingnya kuisap dan buah dadanya mulai kuremas dan suuuur…suuuuur ASI nya mengucur keluar dan terus buah dadanya kuremas sampai ASI nya benar2 habis baru aku pindah kebuah dada sebelahnya yang kuremas-remas sampai benar-benar habis ASI nya. Dia menggelengkan kepala, lalu bercerita demikian : Dia aslinya asal desa Tutang dekat Salatiga. Baru beberapa saat lalu travel berhenti di satu rumah makan untuk makan malam. “Oya, sakit apa?” tanyaku. Setelah penumpang turun semua saya masuk kerumah makan dan Wati ikut dengan memegang tangan saya. Lalu Wati menyimpan uang itu kedompetnya dan memberikan kartu nama kantornya padaku sambil pesan:
“Koh, ini nomor telpon kantorku, kalau koko ke Jkt lagi sendirian nanti kalau malam Wati mau menemaninya. “Yang bener koh, mas suka ASI?” tanya Wati. Karena buahdadanya yang kupegang-pegang itu rasanya makin hangat saja maka tanganku makin nakal, sekarang aku mulai remas-remas perlahan-lahan dan lama-lama agak keras.Saat itu Wati lalu bangun dr rebahannya dan tanganku yang meremas dipegangnya lalu membisikiku:
“Koh jangan keras-keras kalau meremas buah dada Wati, sebab air susunya masih keluar banyak tadi Wati belum sempat memompanya keluar jadi nanti keluar semua kalau diremas”.










