“Terruuss sayang… terussin… Oohh… mmppffhfh..!” teriak Lala seperti menantangi kehebatan si kecil-bandotku di dalam sana. Bokep jilbab Lala pun sudah tidak bisa kasih reaksi lagi (sudah lemas sekali si Lala). soalnya masih cantikan ceweku deh). “Yaann..? “Hhhh… hhh!” aku dan Lala mendesah lirih merasakan yang kami lakukan barusan. Lala menggandeng tanganku ditarik sampai aku percepat langkahku keluar rumahnya. Sambungan dari bagian 01Setelah tenang, kulanjutkan melepas celana caprinya, kujatuhkan ke bawah di depan Escudo malang itu. Iyyaaann… yaaa.. Dan mas penjaga tadi mungkin akan tahu deh apa yang sebenarnya terjadi waktu itu kalau dia baca juga tulisanku ini). Gila! hehehe… Wait For The Next Sensation!” ancam si kecil-bandotku.Thanks for all attention untuk tulisanku ini. brenti Yaann… brreenttii Yaaann…!” Lala mulai teriak-teriak tidak karuan tapi aku tidak berhenti sampai di situ karena aku yakin dia teriak seperti itu soalnya dia merasakan kenikmatan baru yang lebih ramai rasanya, (hihihi kayak iklan… tapi permen rasa ‘si sempit’ kayaknya asyiik juga tuh diproduksi). agak sakit La, Iyan masukin pelan-pelan yaa sayang,” sambil merayu kulumat bibirnya lagi.Setengah kepala si kecilku sudah mulai masuk liang Lala.















