Namun aku jadi lega karena ia berlari ke arah kamar. Tapi aku terus mencium sekenanya.“Farah… Kakak boleh pegang ini enggak?” tanyaku sambil meraba toketnya.“Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis.“Sedikit aja, masak enggak boleh sih..” aku merayu.Farah tidak menjawab dengan kata-kata tapi dia tiba-tiba memelukku dengan menempelkan toketnya ke dadaku. Bokeb Setelah basa-basi aku lantas mengerjakan Prnya dan mengajarinya bahasa inggris. Aku mengenakan sarung dan menyelimutinya dan duduk di sampingnya.“Farah… Kamu pernah melakukan ini ya? Berarti…
Aku segera menyulus dengan cepat ke arah kamar sambil membenarkan posisi kontolku yang menonjol, karena aku tidak pakai CD.Aku kunci kamar dan aku melihat Farah berdiri di depan cermin besar dengan masih posisi bajunya terbuka, tidak dikancingkan. Aku buka kancing ketiga, keempat dan semua…
Farah diam saja. Tangan kiriku memeluk perut, tangan kananku memeluk dadanya. Namun aku jadi lega karena ia berlari ke arah kamar. Aku buka kancing ketiga, keempat dan semua…
Farah diam saja. Semakin erat dan erat… Aku dorong kuat pantatku kedepan dan tanganku mendorong pantanya kuat kuat. Dia tersenyum memperhatikanku, menjadikan aku salah tingkah.“Ah, enggak, enggak bengong kok,” jawabku sekenanya. Namun aku jadi lega karena ia berlari ke arah kamar. Burungku yang sedari kedatangannya tegang kini mulai terasa pegal dan tak terhitung berapa kali aku















