Mereka melihat ke aku lalu kembali asyik dengan obrolan mereka dengan cueknya.Aku melihat ruang sebelah lagi. Dua lelaki masuk. Bokep Hijab Jadi kalau mas mas ini berdua mandi dengan bertelanjang bulat, aku haruslah bijak, tidak boleh berpakaian karena mungkin akan menyinggung adat dan kebiasaan mereka. Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya. Sinar yang menerobos masih cukup untuk menerangi, sekedar tahu ada orang atau tembok.Udara dingin sekarang lebih terasa saat kubuka helm yang melindungi kepalaku. Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Sederhana sekali. Aku sendiri kini dalam kegelapan di bawah kehangatan air panas.Terdengar suara motor parkir. Untung saja dia masih punya nafsu.Setelah beberapa kali remasan kontol Sentot mengeras juga. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Satunya memang bergaya ‘agak’ gemulai tapi satunya mirip Rio Dewanto. Mungkin dia malu karena kontolnya pendek lain dengan punyaku.















