Penisku terbebas, terasa segar setelah tadi terkurung dalam ketegangan yang penuh.“Bisa ?”“Belajar dulu.”Aku menyodorkan penisku ke mulut Sava. Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Bokep jilbab Dia berjalan memasuki sebuah outlet pakaian paling mahal disana. Tapi kami tetap berjalan, terus berjalan hingga kami sampai pada rumah Sava.“Hei Qora, masih aja payungan pake daun pisang,” ah aku baru sadar kami sudah berada di dalam rumah Sava. Beberapa detik kemudian kaca mobil terbuka, lalu Sava menyodorkan selembar uang seratus ribu kepadaku.“Gak usah nona,” aku tersenyum seraya menggeleng.“Tapi aku ikhlas.”“Aku juga ikhlas kok melakukan hal kecil seperti ini,” yeah sangat ikhlas Sava, andai kamu tau ada hal besar yang telah aku lakukan untukmu, tapi…..Sava masih memandangku penuh keheranan, menarik kembali uang yang tadi ingin dia berikan, “Siapa kamu ? Pose-pose yang sangat menawan saat dia melakukan pemotretan, ataupun liukan tubuhnya saat berlenggak lenggok di atas catwalk.Wajahnya selalu berseri-seri, selain karna harus menampakan wajah yang menarik, Sava berseri juga karna senang perolehan point smsnya selalu yang tertinggi dari minggu ke minggu.Ah apa sih yang enggak buat Sava, aku rela menghabiskan lebih dari setengah gajiku hanya untuk mengirim sms dukungan untuknya.















