Sok tau, justru aku suka yang tipe kaya kamu, soalnya biar gampang di gendong, hehe…”Seketika aku tersenyum bahagia membaca chatnya sambil meremas-remas payudaraku dengan riang, membayangkan bagaimana raut muka Hendy saat dia melihat langsung. serius? Bokepindonesia Mulanya ku abaikan sampai akhirnya dia memulai percakapan. karena sebelumnya akupun tidak berani memperlihatkan bagian sensitifku kepada lelaki selain pacarku. Iya..Pacarku yang beruntung, yang harus menerima bagaimanapun wanitanya, sehingga membuatnya nyaman meskipun dengan kekurangannya, terlebih pacarku tidak pernah mengomentari hal itu.Ku hanya bisa menjawab terima kasih ke Hendy, dan mencoba tidur dengan raut muka senang tapi juga malu. Aku lebih suka menonton dan jalan-jalan di saat waktu luang ketimbang membaca. Duh, rasa malas pergi sendiri itu menahan aku beranjak dari tempat tidur. Aku saat itu dalam kondisi memakai bra warna abu-abu dengan renda hijau tosca yang mana cupnya tidak sepenuhnya menutupi payudaraku, sehingga Hendy dapat melihat belahan dada dan sebagian kecil payudaraku.*Ilustrasi*
[HIDE][/HIDE]“Buka lagi….”, dengan nada pelan dan sedikit manja“hhmmm maunyaaa…”, jawabku“mauuu, penasaran…”, ucapnyaLangsung ku tarik lagi bajuku seperti semula, dan membereskannya sebagai tanda aku tidak mau memperlihatkan lebih. Namun, keadaan mulai berubah ketika aku mengenal seorang pria yang kutemui dari salah satu media sosial “pencarian jodoh”.ring~
Kulihat notifikasi hpku, dan kudapatkan *matched* dengan Hendy.















