Aq tdk menjepit tubuhnya. Hap.Mau pijit lagi..? Bokep Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Ia tersenyum melihatku.Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan, katanya.Ia mencaricari. Suara itu lagi. kataku makin berani.Kemudian aq merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Sebantar lagi Mbak Ita yg punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.Aq langsung beresberes dan pulang. Jagain sebentar ya..!Ya itulah kabar gembira, karena Iin lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Iin kembali ke tempatku. Sekarang sudah lebih lancar. Ia tdk melanjutkan kalimatnya.Aq tersenyum. Membuatku tdk berani. Ah segar. kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Aq menikmati kelincahan lidah wanita setengah baya yg tahu di mana titiktitik yg harus dituju. suara itu lagi, suara wanita setengah baya yg kali ini karena mendung tdk lagi ada keringat di lehernya. Ia menyenggol kepala penisku. Yes. Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.Mau dipijat atau mau baca, ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
Ayo tengkurep..!Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Aq tdk berpakaian kini. Jakarta yg panas membuatku kegerahan di dalam angkot. Karena itulah, tdk akan hadir kesempatan ketiga. Tetapi, aq harus berani. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Pintu salon kubuka.Selamat siang Mas, kata seorang penjaga salon,
Potong, creambath, facial















