Kami kian merangsek bercumbu, birahiku kian menanjak naik, dadaku semakin bergetar, demikian pun dada bu Shirley. Hampir pukul 23.00 baru berlalu semua pekerjaan, saya mencuci kantor dan masih ditolong bu Shirley. Bokep jepang “Ya, Bu dingin sekali”, jawabku. Bahkan bila minumanku berakhir dia tidak segan-segan yang menuang kembali, aku justeru menjadi kikuk. Kami berangkulan kembali, seakan-akan dua sejoli yang sedang mabuk asmara sedang bermesraan, sebenarnya antara majikan dan pegawainya. Kami berdua berdekapan, saling meraba dan membelai. Jari-jari lentiknya menyusup ke balik baju istirahat yang kupakai dan unik talinya pada unsur perutku, kemudian pakaianku terlepas. Ia beranggapan sejenak kemudian mengangguk seraya tersenyum. Memiliki teman akrab namanya Novi dia berasal dari Sumatera dan katanya dia masih menumpang di lokasi tinggal tantenya. Apalagi bila sedang mencubit dadaku aku sama sekali tidak bakal membalas. Aku berhadapan langsung dengan perempuan tanpa busana yang bertubuh indah, yang sekitar ini melulu kulihat lewat gambar-gambar orang asing saja. Berarti dia tidak tidur. Kami duduk berdampingan di sofa ruang tengah, dengan penerangan yang agak redup. Darahku semakin mendidih, menyaksikan pemandangan nan estetis itu.Di ketika saya masih bengong, pelan-pelan aku melorot cedeku, saya dan bu Shirley sama-sama tak berpakaian.















