Seketika gaunnya terbuka sehingga aku dengan jelas melihat payudaranya yang kecil terpampang di depan mataku.Ya ampun, ternyata ada juga payudaranya. Kuciumi lagi bibirnya, hidungnya, matanya, keningnya, pipinya, dagunya. Bokep Sub Indo Mbak Rani, penyiar terakhir hari ini, masih bercuap-cuap aja di depan miknya.Aman, pikirku. Iseng aja si benernya. Hisapanku di vagina Mbak Titis semakin liar. Kujatuhkan kepalaku ke punggung Mbak Titis. Hhh…mbak nggak ngira kamu mau ama mbak”, katanya sambil membalikkan tubuhnya dan kini duduk terkulai lemas di lantai. Bukan karena pertanyaannya, tapi karena aku baru sadar kalo aku baru terbengong-bengong menyaksikan payudara istri bosku. Waktu itu aku bekerja sebagai kru produksi. Aku harus menahan tubuhnya karena seperti mau terjatuh ke lantai. Tanpa sempat mikir aku segera membereskan ruangan dan berjalan menuju ruang siar karena Rani pun sudah selesai siaran. Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Titis dengan paras yang sangat cantik. Gila neh! Spontan kuremas tetek Mbak Titis. Aku selalu terobsesi dengan payudara yang kecil.Ibu Titis suka memakai pakaian yang seksi.















